Pengelolaan Sampah melalui Pembuatan Komposter pada Pengelola Wisata di Pantai Tamban

  • Esti Kurniawati Mahardika Universitas Terbuka
  • Lilik Sulistyowati Universitas Terbuka
  • Rizka Furqorina Universitas Terbuka
Keywords: Pengelolaan Sampah, Komposter, Wisata Pantai

Abstract

PKM peningkatan kapasitas pengelolaan sampah kepada pengelola wisata Pantai Tamban  Desa Tambakrejo, Kab. Malang merupakan pelatihan untuk menunjang pengelolaan sampah di Kawasan wisata. Peserta dari pelatihan ini adalah pengelola ekowisata Pantai Tamban Desa Tambakrejo. Metode yang dilakukan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini meliputi empat tahap yaitu: (1) need-assessment dan komunikasi atas kesediaan mitra dalam mengikuti pelatihan ini, serta mempersiapkan administrasi dan materi yang akan diberikan, (2) pelaksanaan materi pengabdian masyarakat, (3) praktik pengolahan sampah (4) evaluasi. Hasil yang di dapat dalam pelatihan ini adalah sebagai berikut:  Sebagian besar masyarakat di Desa Tambakrejo belum pernah mengolah sampah organic. Peserta yang mengikuti kegiatan abdimas sudah familiar dengan pupuk organik, namun hanya sebagian kecil yang pernah membuat pupuk organik dengan kotoran kambing, bukan dengan memanfaatkan limbah sampah rumah tangga.  Setelah diberikan pelatihan, peserta kegiatan dapat memahami jika membuat pupuk kompos organik itu mudah dan tidak memberatkan untuk memanfaatkan sampah rumah tangga di sekitar mereka. Karena alat yang digunakan serta bahan emulator maupun bahan organik mudah digunakan serta dapat diakses dengan mudah. Selain itu, semua peserta setuju jika pelatihan ini memberikan kebermanfaatan yang tinggi untuk mempermudah petani dalam mengelola tanaman hias.

References

Badan Pusat Statistik. (2020). Statistik Pariwisata Indonesia 2020. Jakarta: BPS.

Defra. (2011). Waste hierarchy. Department for Environment, Food & Rural Affairs.

Guarani, Nan. (2005). Cara cepat membuat kompos. PT. Agromedia Pustaka Depok.

Ekawandani, Nunik, dan Arini Anzi Kusuma. (2018). Pengomposan Sampah Organik (Kubis dan Kulit Pisang) Dengan Menggunakan EM4). Jurnal TEDC Vol 12 (1).

Fukui, K., Nishioka, H., & Matsuyama, H. (2003). Utilization of EM technology for composting organic waste. International Journal of Environmental Research and Public Health, 7(2), 456–460.

Geissdoerfer, M., Savaget, P., Bocken, N. M. P., & Hultink, E. J. (2017). The Circular Economy – A new sustainability paradigm? Journal of Cleaner Production, 143, 757–768.

Haug, R. T. (1993). Composting of Municipal Solid Wastes. CRC Press.

Herlina, D. (2022). Pengurangan Sampah Plastik di Kawasan Wisata Pantai: Studi Kasus di Bali. Jurnal Ekologi, 14(5), 199-211.

Hidayat, T., & Aziz, R. (2020). Pengelolaan Sampah dan Edukasi Lingkungan di Kawasan Wisata. Jurnal Pendidikan Lingkungan, 4(3), 40-51.

Jatmiko, M., & Widiastuti, A. (2021). Keterlibatan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Wisata di Bali. Jurnal Pengelolaan Lingkungan, 9(2), 72-83.

Knowles, M. S. (1984). Andragogy in action: Applying modern principles of adult learning. Jossey-Bass.

Lestari, P. (2019). Pelatihan Pengelolaan Sampah di Kawasan Wisata: Studi Kasus di Yogyakarta. Jurnal Ekowisata, 8(2), 102-112.

Nugroho, A., & Wibowo, S. (2020). Ekonomi Sirkular dalam Pengelolaan Sampah di Kawasan Wisata. Jurnal Ekonomi dan Pariwisata, 14(4), 23-35.

Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 02/Pert./HK.060/2/2006 Tentang Pupuk Organik dan Pembenah Tanah.

Prinajati, Purnomo Sutji Dyan. (2018). Analisis Pengolahan Pupuk Kompos Sampah Rumah Tangga Sebagai Media Tanaman. Jurnal ENVIROSAN. Vol 1 (2).

Priyono, A. (2018). Pengelolaan Sampah di Destinasi Wisata: Studi Kasus di Bali. Jurnal Lingkungan, 12(3), 134-145.

Suprapto, Purwati Kuswarini, dkk. (2017). Program Pengenalan dan Sosialisasi Penerapan Teknologi Olah Sampah Organik Rumah Tangga (Osama) di Kampung Jati Kabupaten Ciamis.Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 3 (1).

Supriyanto, E. (2019). Penerapan Prinsip 3R dalam Pengelolaan Sampah Kawasan Wisata. Jurnal Pengelolaan Sumber Daya Alam, 7(1), 115-126.

Wahyuni, S. (2021). Pengelolaan Sampah Organik di Kawasan Wisata Pantai: Solusi Ramah Lingkungan. Jurnal Teknologi Lingkungan, 10(1), 50-60.

Widyaningrum, P dan Lisdina. (2015). Efektifitas Proses Pengomposan Sampah Daun Dengan Tiga Sumber Aktivator Berbeda.Jurnal Rekayasa Vol. 13 (2).

Wulandari, I. (2019). Evaluasi Pelatihan Pengelolaan Sampah di Kawasan Wisata: Kasus di Jawa Timur. Jurnal Pengembangan Masyarakat, 15(3), 98-110.

Published
2025-01-29
How to Cite
Esti Kurniawati Mahardika, Lilik Sulistyowati, & Rizka Furqorina. (2025). Pengelolaan Sampah melalui Pembuatan Komposter pada Pengelola Wisata di Pantai Tamban. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 213-226. https://doi.org/10.62005/jamarat.v2i2.158