https://journal.stai-muafi.ac.id/index.php/JAMARAT/issue/feedJurnal Pengabdian Masyarakat2026-09-08T23:37:04+00:00Ita Wulan Sariparadilaauliya45@gmail.comOpen Journal Systems<p style="text-align: justify;"><strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">JAMARAT:</span></span></strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> Jurnal Pengabdian Masyarakat merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat dan kajian sosial kemasyarakatan yang meliputi bidang agama, budaya, ekonomi, pendidikan, dakwah, politik, sejarah dan pengembangan desa. </span><span style="vertical-align: inherit;">Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yakni: Bulan November dan Mei. </span><span style="vertical-align: inherit;">Jurnal ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) STAI Muafi Sampang sebagai ruang publik dan sosialisasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari para peneliti, akademisi dan pengabdi yang berkenaan dengan fokus jurnal ini.</span></span></p>https://journal.stai-muafi.ac.id/index.php/JAMARAT/article/view/229Program Pemberdayaan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Menjadi Peluang Ekonomi Desa2026-03-06T03:44:41+00:00Achmad KhusnanArifkhusnan88@gmail.comNaning Yuliani Naningn4ning.4ni@gmail.comFarida Sinthasinta@gmail.comIka Septianingrumika@gmail.comAndi Firmanadifirman@gmail.comI’in Khalimatus Sa’diyahhalimatus@gmail.com<p>Pengelolaan sampah mandiri merupakan upaya berkelanjutan dari pemerintah daerah untuk mengatasi sampah yang terus meningkat di Desa Sidomulyo, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan. Dalam pengelolaan sampah yang terdesentralisasi seperti ini, bank sampah masyarakat memainkan peran penting dalam mengumpulkan dan menggunakan kembali sampah rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih lanjut tentang bank sampah di Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan dan bagaimana bank sampah tersebut membantu masyarakat setempat menjadi lebih mandiri dalam mengelola sampah mereka sendiri. Metode penelitian yang digunakan adalah Kualitatif. Pengumpulan informasi diperoleh dari wawancara secara mendalam, observasi dan juga diskusi kelompok (FGD). Temuan penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat memiliki kekuatan terbesar dalam melancarkan kegiatan ini dan juga dari pihak desa, dan yang diharapkan lagi adanya support dari dinas lingkungan hidup. terlepas dari beberapa kekurangan yang terkait dengan faktor manusia, proses pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah secara mandiri telah berjalan dan masih berlangsung sampai saat ini. Untuk itu, penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas inisiatif pengelolaan sampah berbasis masyarakat sangat diperlukan.</p>2026-05-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Achmad Khusnan, Naning Yuliani Naning, Farida Sintha, Ika Septianingrum, Andi Firman, I’in Khalimatus Sa’diyahhttps://journal.stai-muafi.ac.id/index.php/JAMARAT/article/view/304Penguatan Tata Kelola Budaya Religius melalui Pendampingan Penyusunan Program Mengaji Pagi dan Jumat Bersih di MA Nurud Dzolam Kedungdung Sampang2026-08-20T03:06:54+00:00Siti Faridalamania438@gmail.comMunibmunib.cahayailmu@gmail.comMaryam Qadarinmaryamqadarin@gmail.comBadruttamam Badruttamamtamambadrut823@gmail.comMoh. Faddolfanasta.slalu95@gmail.com<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh keberadaan dua praktik budaya religius yang telah berjalan di MA Nurud Dzolam Kedungdung Sampang, yaitu mengaji sebelum peserta didik masuk kelas dan pembiasaan Jumat Bersih. Meskipun telah menjadi kebiasaan sekolah, kedua kegiatan tersebut belum didukung dokumen tertulis yang memadai, tujuan yang terukur, pembagian tugas yang jelas, prosedur operasional, instrumen monitoring, dan evaluasi berkala. Kegiatan ini bertujuan memperkuat tata kelola budaya religius dengan mengubah praktik rutin menjadi program sekolah yang terdokumentasi, terukur, dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD) melalui tahapan discovery, dream, design, define, dan destiny. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara, diskusi kelompok terarah, telaah dokumen, serta evaluasi reflektif bersama pimpinan madrasah, guru, tenaga kependidikan, dan perwakilan peserta didik. Pendampingan menghasilkan dua dokumen program yang memuat tujuan, prosedur kegiatan, jadwal, penanggung jawab, indikator, lembar monitoring, dan format evaluasi. Proses pendampingan juga memperkuat pemahaman bersama bahwa kegiatan mengaji perlu dikelola sebagai program literasi Al-Qur’an, sedangkan Jumat Bersih perlu dikelola sebagai integrasi nilai keislaman, kepedulian lingkungan, disiplin, dan gotong royong. Perubahan utama terlihat pada pergeseran dari pelaksanaan berbasis kebiasaan menuju tata kelola yang terencana, terorganisasi, terdokumentasi, dan dapat dievaluasi. Model ini memberikan kontribusi praktis bagi manajemen pendidikan Islam, khususnya dalam pelembagaan budaya religius sekolah melalui pendampingan partisipatif berbasis aset.</p>2026-05-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Siti Farida, Munib, Maryam Qadarin, Badruttamam Badruttamam, Moh. Faddolhttps://journal.stai-muafi.ac.id/index.php/JAMARAT/article/view/303Pendampingan Majelis Taklim Perempuan untuk Penguatan Literasi Keagamaan dan Sosial2026-07-31T00:39:37+00:00Onik Zakiyyahonikzaki@gmail.comAbdullahabdyl@gmail.comIstianatul Khoiristianah@gmail.com<p>Majelis taklim memiliki peran penting dalam penguatan literasi keagamaan dan sosial, khususnya bagi perempuan. Namun, kegiatan pembelajaran masih sering didominasi ceramah satu arah dan belum sepenuhnya dikaitkan dengan realitas sosial jamaah. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis program pendampingan perempuan Majelis Taklim As-Sakinah Sidoarjo dalam memperkuat literasi keagamaan dan sosial melalui pendekatan partisipatoris. Program menggunakan metode kualitatif dengan paradigma Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan jamaah dalam pemetaan kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, refleksi, dan evaluasi. Kegiatan dilakukan melalui kajian tematik dialogis, diskusi kelompok, dan studi kasus sosial-keagamaan yang relevan dengan kehidupan perempuan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman keagamaan yang lebih kontekstual dan moderat, serta penguatan literasi sosial, solidaritas, dan partisipasi aktif jamaah. Pendampingan juga mendorong perubahan pola pembelajaran dari ceramah satu arah menuju pembelajaran yang lebih dialogis dan partisipatif. Temuan ini menunjukkan bahwa majelis taklim dapat menjadi ruang pemberdayaan perempuan yang inklusif dan berkelanjutan melalui penguatan literasi keagamaan dan sosial secara terpadu.</p>2026-05-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Onik Zakiyyah, Abdullah; Istianatul Khoirhttps://journal.stai-muafi.ac.id/index.php/JAMARAT/article/view/239Model Komunikasi Keluarga Nelayan: Studi Kasus Tingkat Kepuasan Istri terhadap Pekerjaan Suami sebagai Nelayan di Desa Ujung Lero Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang2025-12-07T21:53:47+00:00Nurmadinah Nurmadinahnurmadinah@stainparepare.ac.id<p>Artikel ini bertujuan untuk menganalisa Model Komunikasi Keluarga Nelayan (Studi Kasus Tingkat Kepuasan Istri terhadap Pekerjaan Suami sebagai Nelayan di Desa Ujung Lero Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan dalam mengumpulkan data digunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Fokus dari penelitian ini adalah istri-istri nelayan suku Mandar yang bermukim di Desa Ujung Lero. Artikel ini menemukan hasil bahwa dalam komunikasi keluarga nelayan, lingkungan sangat berpengaruh terhadap pesan bisa sampai kepada penerima. Menggunakan model komunikasi pluralis yakni memiliki tingkat percakapan yang tinggi, tetapi rendah dalam kesesuaian. Keluarga nelayan memiliki banyak kebebasan percakapan, tetapi pada akhirnya mereka akan membuat keputusan sendiri tentang tindakan apa yang harus. Orangtua dari keluarga pluralistis cenderung digolongkan sebagai orangtua yang mandiri, Kemandirian membuat suami dan istri tidak terlalu saling bergantung. Ada beberapa faktor yang menjadi kepuasan tersendiri bagi istri nelayan, yakni saat suami menelfon dan menanyakan kabar istri dan anaknya, saat suami memberi perhatian walaupun hanya dengan ucapan, saat suami mengucapkan kata-kata romantis, saat suami selalu bekerja keras untuk menafkahi keluarganya, suami tidak hanya menafkahi keluarganya tetapi juga menafkahi keluarga istrinya.Pemenuhan kebutuhan fisiologis istri, dirasa terpenuhi saat suami mengirim uang. Pemenuhan psikologis, yakni kebutuhan rasa aman dirasakan terpenuhi saat suami pulang dengan selamat, kebutuhan cinta, sayang dan kepemilikan dirasakan terpenuhi saat suami mengucapkan kata yang menunjukkan rasa perhatiannya terhadap istri, kebutuhan harga diri dirasa terpenuhi saat suami memuji peranan istri yang juga sebagai kepala keluarga saat suami berada di laut, dan yang terakhir istri merasa kebutuhan aktualisasi dirinya terpenuhi saat dapat menghasilkan uang sendiri sehingga dapat membantu perekonomian keluarga</p>2019-06-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2019 Nurmadinahhttps://journal.stai-muafi.ac.id/index.php/JAMARAT/article/view/273Kegiatan Distribusi Takjil Gratis sebagai Media Penguatan Karakter Empati dalam Pengabdian Masyarakat di Perum Makarya Binangun Waru Sidoarjo2026-04-24T05:02:30+00:00Akhmad Nur Hasyim Romadhonilamania438@gmail.com<p>This community service activity was motivated by the needs of the community, especially street vendors and road users, in meeting their iftar needs around the Al Ikhlash Mosque, Perum Makarya Binangun Waru Sidoarjo. The objective of the activity was to strengthen the values ??of empathy, social awareness, and improve the quality of life of the community through the distribution of free takjil, while also serving as a contextual learning medium for students. The method used was the Asset Based Community Development (ABCD) approach with the stages of discovery, dream, design, define, and do/destiny, as well as data collection techniques through participatory observation. The results of the activity showed that the entire process was systematic and on target, with the distribution of takjil being orderly and receiving a positive response from the community. This activity provided direct benefits in the form of meeting the need for iftar and indirect benefits in the form of increased empathy, social responsibility, and student skills. In addition, this activity was able to strengthen social cohesion, increase positive interactions between students and the community, and build trust in educational institutions. Thus, this program not only had a material impact, but also made a significant contribution to strengthening social values ??and the character of empathy in a sustainable manner.</p>2026-04-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Akhmad Nur Hasyim Romadhonihttps://journal.stai-muafi.ac.id/index.php/JAMARAT/article/view/240Bimbingan Karir Terhadap Anak Tuna Netra di Sekolah Luar Biasa Negeri Pinrang 2025-12-07T21:53:47+00:00Kamaruddin Kamaruddinkamaruddin@stainparepare.ac.id<p>Artikel ini bertujuan untuk menganalisa proses pelaksanaan layanan bimbingan karir di Sekolah Luar Biasa Negeri Pinrang. Selain tujuan di atas, tujuan lain dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui apa saja yang menjadi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan bimbingan karir tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dalam mengumpulkan data digunakan mmetode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriktif kualitatif dimana data yang terkumpul lalu kemudian disusun dan diklasifikasikan sehingga menggambarkan jawaban dari rumusan masalah. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan bimbingan karir di Sekolah Luar Biasa Negeri Pinrang menggunakan proses layanan orientasi dimana pada tahap awal telah ada beberapa instrumen pada bidang studi dan bakat yang diberikan kepada anak tuna netra, tahap bimbingan kerja yang selalu dilaksanakan, dan tahap bimbingan lanjut untuk memperlancar bakat dari anak tuna netra. Kegiatan bimbingan karir didampingi oleh guru kelas sekaligus guru pembimbing bagi anak tuna netra. Ada dua bimbingan karir diantaranya bimbingan karir akademik dan bimbingan karir non akademik. Dimana anak tuna netra mempunyai hak yang sama dengan anak normal pada lainnya. Namun dalam pelaksanaannya tentu saja tidak mudah, karena kurangnya fasilitas yang memadai, kurangnya pesrsonil guru yang ada, terkadang anak malas, terkadang turunnya semangat, dalam waktu kegiatan biasanya ada pengganggu dari kelas lain sehingga dapat menghambat kegiatan, dan karena faktor biaya yang terbatas.</p>2019-06-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2019 Kamaruddinhttps://journal.stai-muafi.ac.id/index.php/JAMARAT/article/view/306Pendampingan Pengembangan Branding SDI Ulul Albab Mangli Jember Melalui Literasi Media Sosial Dan Optimalisasi Media Digital2026-08-31T14:14:03+00:00Siti Aisyahaisyahlady1512@gmail.comImaniar Mahmudaimaniar87@gmail.com<p>Perkembangan media digital memberikan peluang strategis bagi lembaga pendidikan dasar untuk memperkuat identitas kelembagaan, membangun kepercayaan masyarakat, dan memperluas jangkauan informasi kepada orang tua serta calon peserta didik. SDI Ulul Albab Mangli Jember memiliki potensi positif berupa identitas kelembagaan yang berbasis nilai keislaman, kegiatan pendidikan yang beragam, serta dukungan lingkungan sekolah yang dapat dikembangkan sebagai materi branding melalui media digital. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan kemampuan pengelolaan media sosial yang terencana; konten publikasi masih cenderung bersifat informatif dan dokumentatif, belum memiliki strategi branding yang konsisten, serta literasi media sosial pengelola sekolah masih perlu diperkuat. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi identitas dan aktivitas sekolah dengan kemampuan mengemas, mengelola, dan mendistribusikannya secara strategis melalui media digital. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini diarahkan untuk menjawab dua permasalahan: (1) bagaimana meningkatkan literasi media sosial bagi pengelola SDI Ulul Albab Mangli Jember agar mampu menggunakan media digital secara kreatif, aman, etis, dan strategis; dan (2) bagaimana mengoptimalkan media digital sebagai instrumen pengembangan branding sekolah yang konsisten dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan participatory action learning, melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pelatihan literasi media sosial, pendampingan penyusunan strategi branding, praktik produksi konten, optimalisasi akun media sosial, serta evaluasi. Hasil yang ditargetkan meliputi peningkatan kompetensi pengelola sekolah dalam literasi media sosial, tersusunnya identitas dan strategi branding digital, meningkatnya kualitas serta konsistensi konten, dan terbentuknya pola pengelolaan media digital yang berkelanjutan.</p>2026-05-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Siti Aisyah, Umi Karimatul Azizah https://journal.stai-muafi.ac.id/index.php/JAMARAT/article/view/307Edukasi dan Simulasi Praktik Penyembelihan Halal Berbasis Animal Walfare di Mts Al-Bannaa2026-09-08T23:37:04+00:00Novi Hidayatinovihidayati7@gmail.comMustofa Aqilnovihidayati7@gmail.comSiti Wulan Sarinovihidayati7@gmail.comAlfi Rahmahnovihidayati7@gmail.comJunemi Juneminovihidayati7@gmail.comMaesaro Sulandaninovihidayati7@gmail.comKharistma Fitriyaninovihidayati7@gmail.comAhmad As’adinovihidayati7@gmail.comAli Achmad Muhajirnovihidayati7@gmail.comLintang Wijaya Kusumanovihidayati7@gmail.comAhmad Sahidnovihidayati7@gmail.comRisdayani Risdayaninovihidayati7@gmail.comMega Purnamasarinovihidayati7@gmail.comFatimah Azzahronovihidayati7@gmail.comI’anatul Maulanovihidayati7@gmail.comZahrotul Aliyahnovihidayati7@gmail.com<p>Penjaminan status halal pada produk pangan asal hewan sangat ditentukan oleh satu tahap krusial dalam rantai pasok, yakni proses penyembelihan. Namun, pemahaman masyarakat, termasuk komunitas sekolah, terhadap kriteria penyembelihan halal yang sesuai dengan ketentuan fikih, standar higiene, dan prinsip kesejahteraan hewan (<em>animal welfare) </em>masih tergolong rendah. Berbagai studi pengabdian masyarakat yang terindeks Sinta menunjukkan bahwa pendekatan berbasis fikih yang dikombinasikan dengan praktik langsung secara konsisten efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam penyembelihan halal. Kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) yang dilaksanakan oleh kelompok Aksacisantara, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon (UIBBC), bertujuan untuk memberikan edukasi teoretis sekaligus keterampilan praktis penyembelihan halal kepada para siswa dan guru di MTs Al-Bannaa, yang berlokasi di Desa Cikalahang, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang diimplementasikan melalui dua tahapan utama: pertama, penyampaian materi teori mengenai syariat penyembelihan, dan kedua, demonstrasi serta simulasi praktik langsung. Keberhasilan program dievaluasi dengan membandingkan kondisi awal dan akhir peserta melalui instrumen observasi, catatan lapangan, serta wawancara singkat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman teoretis peserta, khususnya mengenai syarat sah penyembelihan yang mencakup pemotongan tiga saluran utama (hulqum, mari', dan wadajain), serta peningkatan keterampilan teknis dalam menangani hewan sebelum dan pada saat proses penyembelihan berlangsung. Temuan ini sejalan dengan berbagai hasil pelatihan Juru Sembelih Halal (JULEHA) yang telah dilaporkan di sejumlah daerah. Kebaruan kegiatan ini terletak pada sasarannya, yaitu institusi pendidikan formal jenjang menengah pertama, yang masih jarang menjadi fokus program sejenis yang umumnya menyasar panitia kurban atau juru sembelih dewasa. Kegiatan ini merekomendasikan pengintegrasian materi fikih penyembelihan halal ke dalam kurikulum sekolah berbasis Islam sebagai langkah strategis dan preventif dalam memperkuat literasi halal generasi muda secara berkelanjutan.</p>2026-09-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Novi Hidayanti, Mustofa Aqil, Siti Wulan Sari, Alfi Rahma, Junemi Junemi, Maesaroh Sulandani, Kharistma Fitriyani, Ahmad As’adi, Ali Achmad Muhajir, Lintang Wijaya Kusuma, Ahmad Sahid, Risdayani Risdayani, Mega Purnamasari, Fatimah Azzahro, I’anatul Maula, Zahrotul Aliyah