http://journal.stai-muafi.ac.id/index.php/JOECIE/issue/feed Journal Of Early Childhood And Islamic Education 2026-06-18T03:41:47+00:00 Ita Wulan Sari paradilaauliya45@gmail.com Open Journal Systems <p style="text-align: justify;">Jurnal JOECIE adalah Jurnal ilmiah di bidang pendidikan Islam anak usia dini. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) STAI Muafi Sampang. Naskah yang diterbitkan berisikan tulisan ilmiah yang berhubungan dengan: 1) Kajian teori terkait pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini dalam perspektif Islam. 2) Inovasi-inovasi dalam dunia pendidikan Islam anak usia dini. 3) Manajemen pembelajaran di lembaga pendidikan Islam anak usia dini. 4) Bidang kajian pendidikan Islam dari berbagai aspek dan perspektif.</p> http://journal.stai-muafi.ac.id/index.php/JOECIE/article/view/289 Konsep Hubbul Wathan Minal Iman: Konstruksi Kurikulum Pendidikan PAI Berwawasan Kebangsaan di Era Globalisasi 2026-06-13T00:33:55+00:00 Abdullah abdyl@gmail.com <p>Artikel ini bertujuan menganalisis konsep Hubbul Wathan Minal Iman sebagai dasar konstruksi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) berwawasan kebangsaan di era globalisasi. Penelitian dilatarbelakangi oleh melemahnya nasionalisme generasi muda, berkembangnya intoleransi, serta masuknya ideologi transnasional melalui media digital yang memengaruhi identitas kebangsaan peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (<em>library research</em>). Data diperoleh melalui studi literatur terhadap buku, artikel jurnal, dokumen kurikulum, dan berbagai sumber ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik <em>content analysis</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep <em>Hubbul Wathan Minal Iman</em> memiliki dimensi filosofis, pedagogis, dan praksis yang relevan dalam pengembangan kurikulum PAI. Integrasi nilai cinta tanah air dapat dilakukan melalui tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pembelajaran dialogis, penggunaan media digital, serta evaluasi berbasis karakter kebangsaan. Penelitian ini juga menemukan bahwa kurikulum PAI berwawasan kebangsaan mampu memperkuat moderasi beragama, toleransi, dan identitas nasional peserta didik. Dengan demikian, konsep <em>Hubbul Wathan Minal Iman</em> dapat menjadi paradigma pendidikan Islam moderat dan transformatif dalam membangun generasi religius, nasionalis, dan adaptif terhadap tantangan globalisasi.</p> 2026-05-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Abdullah http://journal.stai-muafi.ac.id/index.php/JOECIE/article/view/290 Feminisme Religius: Konsep Pendidikan Perempuan Pasca-Kolonial dalam Perspektif Pemikiran Tradisionalisme KH. Hasyim Asy'ari 2026-06-13T00:31:26+00:00 Onik Zakiyyah onikzaki@gmail.com <p>Artikel ini bertujuan menganalisis konsep pendidikan perempuan pascakolonial dalam perspektif pemikiran tradisionalisme KH. Hasyim Asy'ari serta relevansinya terhadap pengembangan feminisme religius di Indonesia kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari karya-karya KH. Hasyim Asy’ari, terutama Adab al-‘Alim wa al-Muta‘allim, serta berbagai literatur ilmiah mengenai feminisme religius, pendidikan Islam, dan teori pascakolonial dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis data dilakukan melalui teknik content analysis dengan pendekatan feminisme religius dan teori pascakolonial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran KH. Hasyim Asy’ari mengandung dimensi feminisme religius yang menempatkan perempuan sebagai subjek penting dalam pendidikan dan pembangunan peradaban Islam. Pendidikan perempuan dipandang sebagai kewajiban religius yang berfungsi membentuk kesadaran moral, spiritual, dan sosial perempuan Muslim. Dalam perspektif pascakolonial, konsep pendidikan pesantren yang dikembangkan KH. Hasyim Asy’ari merupakan bentuk resistensi terhadap dominasi epistemologi kolonial Barat yang memarginalkan perempuan. Penelitian ini menegaskan bahwa tradisionalisme Islam Nusantara memiliki kontribusi signifikan dalam membangun paradigma pendidikan perempuan yang humanis, religius, inklusif, dan transformatif di era modern.</p> 2026-05-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Onik Zakiyyah http://journal.stai-muafi.ac.id/index.php/JOECIE/article/view/293 Relevansi Spiritualitas Pendidikan Islam dalam Mengatasi Krisis Mental Generasi Digital 2026-06-18T03:41:47+00:00 Nur Cita Qomariyah nurcitaq11@gmail.com <p>Perkembangan teknologi digital telah menghadirkan berbagai kemudahan dalam kehidupan manusia, namun pada saat yang sama memunculkan berbagai persoalan psikologis dan spiritual, terutama pada generasi muda. Meningkatnya fenomena kecemasan, kesepian, depresi, krisis identitas, dan kehilangan makna hidup menunjukkan bahwa kemajuan teknologi belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan batin manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi spiritualitas pendidikan Islam sebagai solusi terhadap krisis mental generasi digital melalui kajian pemikiran pendidikan Islam yang menekankan adab, penyucian jiwa, keteladanan pendidik, dan orientasi transendental dalam proses pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), paradigma konstruktivistik, serta metode deskriptif-analitis dan interpretatif-kritis. Data diperoleh dari berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan, kemudian dianalisis melalui teknik analisis isi dan kontekstualisasi terhadap realitas pendidikan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun keseimbangan intelektual, emosional, dan spiritual peserta didik. Nilai adab, keteladanan, dan kesadaran transendental terbukti relevan untuk memperkuat ketahanan mental, mengurangi dampak negatif budaya digital, serta membangun makna hidup yang lebih mendalam. Selain itu, implementasi spiritualitas pendidikan dapat dilakukan melalui penguatan budaya sekolah religius, pembelajaran berbasis keteladanan, dan integrasi nilai-nilai spiritual dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam. Dengan demikian, spiritualitas pendidikan Islam dapat menjadi paradigma alternatif dalam membangun kesehatan mental generasi digital secara holistik, humanis, dan transformatif.</p> 2026-05-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Nur Cita Qomariyah